MUSI BANYUASIN – Kebakaran besar kembali terjadi di sumur minyak ilegal yang berlokasi di area PT Hindoli, wilayah Cobra 1, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Insiden yang terjadi pada Minggu (1/2/2026) sore itu mengakibatkan satu orang pekerja mengalami luka dan harus dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Kebakaran tersebut diduga terjadi di sumur minyak yang masih dikelola jaringan keluarga DN, yang hingga kini berstatus daftar pencarian orang (DPO). Ironisnya, lokasi sumur tersebut sebelumnya telah dipasang garis polisi, namun diduga kembali diaktifkan secara diam-diam.
Seorang warga setempat berinisial BN mengatakan, api mulai membesar sekitar pukul 16.00 hingga 16.30 WIB dan dengan cepat merambat karena sumur tersebut menghasilkan minyak mentah.
“Apinya besar dan cepat menyebar, karena ini sumur minyak. Kejadiannya sekitar jam empat sore,” ujar BN saat dikonfirmasi, Minggu.
Menurut BN, sumur minyak tersebut sempat tidak beroperasi selama kurang lebih tiga bulan. Namun belakangan kembali aktif setelah diduga dikelola oleh anak DN berinisial IT bersama seorang mantan anggota polisi berinisial MF.
“Padahal garis polisi dari kejadian kebakaran sebelumnya masih terpasang. Tapi mereka tetap nekat mengaktifkan kembali sumur ini. Bahkan bukan cuma satu, ada sekitar tujuh sampai delapan sumur yang kembali dibuka,” ungkapnya.
Aktivitas ilegal tersebut disebut berlangsung masif. Setiap harinya, sedikitnya tiga unit truk tangki keluar-masuk lokasi untuk mengangkut minyak hasil pengeboran.
“Mereka juga mempekerjakan banyak orang. Untuk masuk ke lokasi sangat sulit karena dijaga ketat dari pintu masuk hingga ke dalam area sumur,” lanjut BN.
Warga pun mendesak aparat kepolisian agar segera bertindak tegas demi mencegah jatuhnya korban jiwa dan menghindari kebakaran susulan.
“Kami berharap Polres Musi Banyuasin dan Polsek Keluang segera turun tangan. Jangan sampai kejadian ini terus berulang dan memakan korban. Kami ingin lingkungan kembali aman seperti dulu,” tutup BN.













