Beranda Headline Korban Selamat Bus ALS yang Terbakar di Muratara Meninggal Dunia, Jumlah Korban...

Korban Selamat Bus ALS yang Terbakar di Muratara Meninggal Dunia, Jumlah Korban Bertambah Menjadi 19 Korban Jiwa

Palembang – Duka mendalam kembali menyelimuti tragedi kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Salah satu korban selamat yang sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Jumiatun, akhirnya meninggal dunia pada Jumat (15/5/2026).

Korban sebelumnya dirawat akibat luka bakar serius yang dideritanya setelah bus ALS yang ditumpanginya terlibat tabrakan hebat dengan truk tangki BBM hingga memicu kebakaran besar. Kondisi Jumiatun sempat kritis dan menjalani operasi medis intensif sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di ruang perawatan.

Diketahui, saat insiden nahas terjadi, Jumiatun berada di dalam bus bersama sang suami, Nadiyono. Keduanya menjadi korban dalam kecelakaan maut yang mengakibatkan banyak penumpang terjebak di dalam bus saat api dengan cepat melalap kendaraan.

Kabar meninggalnya Jumiatun dibenarkan langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto. Ia mengatakan korban meninggal dunia ketika masih menjalani penanganan medis secara intensif.

“Iya benar, korban kecelakaan bus ALS yang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang tadi meninggal dunia,” ujar dr Budi Susanto, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, pihak rumah sakit bersama tim DVI Polda Sumsel dan DVI Mabes Polri dan kepolisian akan menyampaikan perkembangan terbaru terkait proses penanganan korban, termasuk hasil identifikasi jenazah, dalam konferensi pers yang dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB.

Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan bus ALS dan truk tangki BBM tersebut sebelumnya telah menewaskan belasan penumpang. Selain korban meninggal dunia, sejumlah penumpang lainnya juga mengalami luka berat dan luka bakar serius akibat kobaran api yang membakar bus usai benturan keras terjadi.

Meninggalnya Jumiatun menambah panjang daftar korban jiwa dalam peristiwa memilukan yang menjadi perhatian masyarakat Sumatera Selatan tersebut. Hingga kini, proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan masih terus dilakukan pihak kepolisian.

Artikel SebelumnyaSertipikat Tanah Ulayat Jadi Benteng Nagari Menjaga Kepemilikan Adat