hut kopri ke-54
Sumsel  

Ratusan Siswa Tuntut Kepsek SMK 1 OKU Selatan Mundur Usai Diduga Potong Dana PIP

Avatar photo
Ratusan pelajar SMKN 1 OKU Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Sabtu (31/1/2025).

OKU SELATAN  Ratusan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan menggelar aksi unjuk rasa di halaman sekolah, Sabtu (31/1/2025).

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan pihak sekolah dan aparat Polsek Buay Sandang Aji.

Dalam orasinya, para siswa secara tegas menuntut Kepala SMKN 1 OKU Selatan untuk mundur dari jabatannya.

Tuntutan tersebut dipicu oleh dugaan oknum wakil kepala sekolah meminta secara paksa dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang seharusnya diterima penuh oleh siswa penerima bantuan.

Para pelajar menilai dugaan meminta dana PIP tersebut telah merugikan siswa dan mencederai hak mereka sebagai penerima bantuan pendidikan dari pemerintah.

Mereka mendesak pihak sekolah untuk bersikap transparan serta memberikan klarifikasi terbuka terkait pengelolaan dana PIP di lingkungan sekolah.

Selain menuntut kepala sekolah mundur, para siswa juga menuntut pencopotan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pengembalian dana PIP yang diduga dipotong, serta penjelasan rinci mengenai penggunaan uang hasil pemotongan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah keseluruhan siswa di SMKN 1 OKU Selatan mencapai 507 orang, dengan penerima Program Indonesia Pintar sebanyak 186 siswa.

Dari jumlah tersebut, sekitar 40 siswa mengaku mengalami pemotongan dana PIP dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu, Rp 200 ribu hingga Rp 600 ribu per siswa.

Aksi unjuk rasa ini menjadi bentuk kekecewaan dan protes terbuka siswa terhadap kebijakan pihak sekolah yang dinilai tidak adil dan tidak transparan.

Para siswa berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti oleh pihak berwenang guna menegakkan keadilan dan menjaga integritas dunia pendidikan.

Ketua Komite Beserta Wali Murid SMKN 01 OKUS Mengharapkan APH Bertindak Dalam Menangani Dugaan Pungli PIP

Ajeng Febri Rahayu yang merupakan siswa kelas dua belas di SMKN 01 OKU Selatan yang menjadi orator dalam aksi tersebut.

Saat diwawancarai awak media mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk membantu sesama rekan pelajar yang mendapatkan bantuan PIP, namun dipotong oleh oknum guru tersebut.

Menurut Ajeng Febri, aksi demo yg dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama rekannya yang tertindas oleh oknum seorang guru yang tidak lain wakil kepala sekolah, yang tega meminta secara paksa kepada siswa siswi yang memperoleh dana PIP yang ditentukan olehnya.

Dan, bila tidak diberikan ancaman kepada murid tersebut akan menerima nilai yang jelek. Cara nagihnya juga menurut teman saya itu ada yang di telpon, di kirim pesan, hingga  didatangi ke kelas  tuturnya dengan nada yang polos.

Saat ditanya lebih lanjut apakah tuntutan dari aksi demonstrasi tersebut dipenuhi oleh pihak sekolah? Ajeng mengatakan bahwa keputusan akan diberikan pada hari Senin nanti tutupnya.

Ketua Komite SMKN 1 OKUS Sahroji saat ditemui awak media di kediaman nya mengatakan bahwa dirinya selaku komite merasa tidak pernah dilibatkan dalam segala hal oleh pihak sekolah “tegas ketua komite.

Dirinya juga mengatakan untuk pungli yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum guru ,komite sekolah sama sekali tidak mengetahui atas permintaan secara paksa oleh oknum guru tersebut. Dan, dirinya berharap aparat Penegak Hukum (APH) segera bertindak tegas dalam menangani permasalahan tersebut tutupnya.

Ditempat terpisah Teguh Firman Hidayat selaku orang tua siswa di sekolah tersebut saat ditemui awak media mengatakan dirinya sebagai orang tua siswa yang juga mantan pendidik di sekolah SMKN 01 OKU Selatan pernah memberitahukan kepada kepala sekolah bahwa adanya praktek pungli pemotongan atau meminta secara paksa dana PIP yang dilakukan oleh salah satu oknum guru.

Menurutnya saat itu kepala sekolah mengatakan dirinya akan menyelesaikan permasalahan tersebut secepatnya tetapi mungkin permasalahan tersebut tidak selesai maka terjadilah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh siswa ujarnya.

“Kalau sudah viral seperti ini saya hanya tinggal berharap semoga permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan sebaik baiknya bila perlu aparat penegak hukum harus bertindak,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan