OKU TIMUR — Dugaan kesalahan diagnosa kembali mencuat di layanan kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Pasien Muhammad Rafit azwar (19) yang berasal dari desa rasuan kecamatan madang suku I kabupaten OKU Timur.
Sebelumnya dinyatakan menderita trombositopenia ec dbd grd 2, susp ITP, Hepatitis akut oleh RSUD OKU Timur, justru dinyatakan Igm igg dengue negative lgm salmonella + 6, Setelah dirujuk ke RSMH (Mohammad Hoesin) Palembang.
Peristiwa ini menimbulkan kekecewaan dari pihak keluarga pasien. Mereka menilai diagnosa awal yang diberikan tidak akurat, sehingga berdampak pada penanganan medis yang diterima pasien selama menjalani perawatan di RSUD OKU Timur.
Menurut keterangan keluarga, pasien sempat menjalani perawatan pada 01/02/2025 dengan penanganan yang mengarah pada penyakit DBD.
Namun, setelah dirawat 10 hari di RSUD OKU Timur kondisi pasien tidak juga menunjukkan perkembangan signifikan bahkan kondisi semakin memburuk, Pihak keluarga kemudian meminta rumah sakit untuk merujuk pasien ke Palembang.
Hasil pemeriksaan lanjutan di RSMH. (Mohammad Hoesin) justru menyatakan pasien tidak mengidap DBD. Jelas bapak pasien chairil anwar.
Merasa dirugikan, pihak keluarga akhirnya membawa persoalan ini ke Komisi IV DPRD OKU Timur untuk mendapatkan kejelasan dan tindak lanjut.
Komisi yang membidangi kesehatan tersebut diminta untuk memanggil pihak terkait, termasuk manajemen RSUD OKU Timur, guna memberikan penjelasan atas dugaan kesalahan diagnosa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD OKU Timur terkait dugaan tersebut.
Sementara itu, Komisi IV DPRD OKU Timur dikabarkan akan segera menindaklanjuti laporan keluarga pasien dengan melakukan hearing dalam waktu dekat.
Kasus ini menjadi sorotan publik dan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah, khususnya dalam ketepatan diagnosa dan penanganan pasien.












