Palembang – Pasca insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota TNI di Kafe Panhead, Palembang, tempat hiburan malam tersebut hingga kini masih belum dapat beroperasi lantaran proses penyelidikan oleh Denpom II/Sriwijaya masih berlangsung.
Diketahui, korban dalam peristiwa berdarah itu adalah Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa (23), anggota Kesdam II/Sriwijaya. Korban diduga ditembak oleh dua pelaku, yakni oknum anggota TNI Sertu MRR serta seorang warga sipil berinisial DS.
Kuasa hukum Kafe Panhead, Andyka Andlan Tama SH MH, mengatakan pihak manajemen menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan aparat militer terkait kasus tersebut.
“Kami sangat menghormati proses hukum yang saat ini masih berjalan. Mudah-mudahan kasus ini segera selesai sehingga kafe bisa kembali beroperasi, karena banyak pegawai yang menggantungkan hidup di sini,” ujar Andyka saat ditemui di kantornya, Senin (18/5/2026).
Andyka menjelaskan, manajemen sangat menyayangkan terjadinya insiden penembakan tersebut. Selama ini, kata dia, pihak kafe telah menerapkan sistem keamanan yang cukup ketat terhadap setiap pengunjung yang datang.
“Setiap pengunjung yang masuk dilakukan pemeriksaan ekstra ketat, mulai dari pengecekan identitas hingga pemeriksaan barang bawaan menggunakan metal detector. Namun kami akui kecolongan karena benda yang diduga senjata rakitan itu bisa lolos dari pemeriksaan. Ini menjadi evaluasi serius bagi kami ke depan,” katanya.
Ia menegaskan, manajemen Kafe Panhead tetap kooperatif dan menyerahkan sepenuhnya proses penyidikan kepada Denpom II/Sriwijaya. Meski begitu, pihaknya berharap garis polisi yang masih terpasang di lokasi dapat segera dibuka agar aktivitas usaha kembali normal.
“Kami tetap menghormati proses penyidikan yang dilakukan Pomdam II/Sriwijaya. Namun kami berharap prosesnya dapat segera selesai sehingga police line bisa dibuka dan operasional kafe kembali berjalan. Banyak karyawan yang bergantung hidup di tempat ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania memastikan proses hukum terhadap para pelaku masih terus berjalan. Penyidik militer saat ini fokus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka serta melengkapi alat bukti.
“Barang bukti sudah diamankan. Saat ini proses masih dalam tahap penyidikan. Untuk pelaku militer ditangani penyidik militer, sedangkan unsur sipil akan diserahkan kepada pihak kepolisian,” tegas Yordania.
Kasus penembakan yang terjadi di dalam area Kafe Panhead pada Sabtu dini hari (16/5/2026) itu sempat menghebohkan masyarakat Kota Palembang. Aparat Denpom II/Sriwijaya hingga kini masih melakukan pendalaman guna mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.











