Muara Enim — Mencegah risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta menjaga kondusivitas wilayah, Polsek Lawang Kidul memperkuat sinergi lintas sektor di wilayah hukumnya. Langkah mitigasi masif ini melibatkan jajaran Forkopimcam, Bhabinkamtibmas, Babinsa, jajaran pemerintah desa dan kelurahan, Damkar, Tokoh Agama/masyarakat, organisasi masyarakat, hingga dukungan dari kalangan dunia usaha.
Mitigasi dan pencegahan Karhutla dialokasikan secara intensif, terutama di sejumlah area yang masuk dalam pemetaan rawan kebakaran. Kapolsek Lawang Kidul mengonfirmasi beberapa langkah strategis yang kini tengah berjalan di lapangan.
“Kami menggandeng seluruh elemen, mulai dari Tiga Pilar hingga unsur masyarakat dan rekan-rekan perusahaan, untuk bergerak secara masif mensosialisasikan bahaya Karhutla,” kata Kapolsek Lawang Kidul IPTU Candra Kirana.
Adapun langkah konkret pencegahan Karhutla yang dilaksanakan meliputi:
* Sosialisasi Edukatif Masif: Memberikan imbauan dan pemahaman langsung kepada masyarakat terkait bahaya serta sanksi hukum pembakaran hutan dan lahan.
* Konsolidasi Lintas Sektor & Apel Siaga: Menggelar rapat koordinasi bersama Forkopimcam guna memantapkan kesiapan personel dan peralatan. Selain itu, tengah direncanakan Apel Bersama kesiapan penanggulangan Karhutla tingkat Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung yang akan dipusatkan di area PT BSP.
* Groundcheck Titik Hotspot: Memperketat pemantauan dan pengecekan langsung (groundcheck) lokasi titik panas (hotspot) secara terpadu oleh personel Tiga Pilar (Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Pemdes) bersama dinas terkait.
Berdasarkan pemetaan wilayah, terdapat tiga desa yang teridentifikasi rawan munculnya titik panas, yakni Desa Keban Agung, Desa Lingga, dan Desa Darmo. Mengingat wilayah tersebut didominasi oleh kawasan perkebunan dan pertambangan, sejumlah perusahaan besar yang beroperasi di sekitar area tersebut turut berkomitmen penuh mendukung upaya pencegahan. Di antaranya adalah PT Bukit Asam (PTBA), PT MME, PT BSP, PT SBS, dan PT MHP.
Perketat Patroli Malam dan Subuh untuk Mencegah 3C
Tak hanya fokus pada mitigasi Karhutla, Polsek Lawang Kidul juga mengintensifkan upaya preventif guna memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Pengawasan ketat dilakukan melalui patroli subuh keliling serta patroli malam rutin. Sasaran utama patroli difokuskan pada pengawasan aktivitas remaja dan anak di bawah umur.
Polsek Lawang Kidul juga mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB. Langkah tegas ini diambil untuk mengantisipasi potensi tindak pidana 3C (Curanmor, Curat, dan Curas), aksi balap liar, hingga kenakalan remaja lainnya. Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman secara mandiri, kepolisian juga mengajak warga untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) melalui Pos Kamling di tiap-tiap RT dan desa.
Melalui kolaborasi erat antara aparat keamanan, pemerintah lokal, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan wilayah Lawang Kidul dapat terbebas dari ancaman bencana Karhutla sekaligus tetap aman dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peresmian Tongkrongan Bada Plisi (Tong Besi)
adalah sarana tempat bagi personil polri khususnya bhabinkamtibmas polsek lawang kidul dalam rangka membangun komunikasi, kemitraan dan sinergitas dengan masyarakat warga lawang kidul guna problem solving, edukasi dan membangun kepercayaan terhadap polri yang lebih humanis.
“Saya mengapresiasi beberapa program polsek Lawang kidul yang berupaya menjadi polisi yang humanis dan menciptakan kedekatan polri dengan masyarakat melalui patroli suling, patroli dialogis malam hari mencegah aksi tawuran anak/remaja, dan kegiatan sosial serbu berbagi,” kata Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Saputra.
Dalam kejadian itu juga mebagikan baksos secara simbolis kepada peserta sosialisasi sebanyak 100 orang dari 300 orang sasaran yang direncanakan (sisanya dibaikan melalui bhabinkamtibmas polsek lawang kidul) masyarakat peduli api, warga terdampak kemarau, dan yang membutuhkan.












