
MARTAPURA – Ratusan pelajar dari berbagai daerah di wilayah OKU Raya antusias mengikuti Garuda Speaks English Competition Danpuslatpur Cup 2026.
Kompetisi yang diikuti peserta dari Kabupaten OKU Timur, OKU, hingga OKU Selatan tersebut menjadi wadah bagi pelajar mulai tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbahasa Inggris.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XIII Puslatpur PG Kodiklatad, Jenni Polsan Situmorang, mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris melalui kegiatan yang positif dan kompetitif.
Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda, tidak hanya untuk menghadapi perkembangan di daerah, tetapi juga ketika mereka nantinya melanjutkan pendidikan maupun beraktivitas di luar daerah.
“Kami ingin mewadahi anak-anak mulai dari SD, SMP sampai SMA untuk menunjukkan kebolehan dan hal-hal positif yang berkaitan dengan bahasa Inggris,” ujar Jenni Minggu (9/8/2026).
Ia juga berharap kegiatan tersebut juga dapat menjadi pemantik bagi pelajar yang selama ini belum banyak belajar bahasa Inggris agar mulai memiliki ketertarikan untuk mempelajarinya.
Jenni menilai, bahasa Inggris bukan lagi sekadar mata pelajaran di sekolah, tetapi menjadi kemampuan yang dapat menunjang anak-anak dalam menghadapi dunia yang semakin terbuka.
“Bahasa Inggris ini sangat penting, baik untuk anak-anak yang ada di OKU Timur maupun ketika mereka nantinya pergi ke mana pun. Karena itu kami ingin mereka mulai termotivasi untuk belajar,” katanya.
Materi Lomba Angkat Tema Kontribusi Pelajar untuk Negara
Selain menguji kemampuan bahasa Inggris, kompetisi tersebut juga membawa tema yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan.
Jenni menjelaskan, materi yang diberikan dalam perlombaan mengangkat pertanyaan mengenai peran dan kontribusi pelajar sebagai generasi muda terhadap negara.
Tema tersebut sekaligus dikaitkan dengan momentum menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia.
Melalui materi tersebut, para peserta didorong untuk tidak hanya menguasai bahasa Inggris, tetapi juga memperluas pengetahuan mengenai Indonesia.
Para pelajar dituntut mencari referensi dan mengetahui lebih banyak tentang negaranya, mulai dari kondisi Indonesia, kekayaan yang dimiliki hingga jumlah pulau yang ada di Indonesia.
“Materinya tentang sebagai remaja atau sebagai pelajar, apa kontribusi mereka kepada negara. Karena ini juga dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia,” jelasnya.
Menurut Jenni, perpaduan antara kemampuan bahasa dan wawasan kebangsaan tersebut diharapkan membuat kegiatan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bagi para peserta.
Peserta dari Tiga Kabupaten, Pendaftar Terus Berdatangan
Antusiasme pelajar mengikuti kompetisi tersebut terlihat dari jumlah peserta yang berasal dari berbagai wilayah di OKU Raya.
Jenni menyebutkan, kategori SD diikuti sebanyak 51 peserta, kategori SMP sebanyak 31 peserta, sedangkan kategori SMA juga diikuti 31 peserta.
Bahkan, hingga hari pelaksanaan masih terdapat calon peserta yang ingin mendaftarkan diri. Namun, jumlah peserta akhirnya dibatasi karena kuota yang telah ditentukan.
“Pesertanya jauh-jauh, dari luar OKU Timur juga ada. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan sampai hari H masih ada yang mendaftar, tetapi jumlah peserta sudah kami batasi,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran peserta dari luar OKU Timur menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif dari kalangan pelajar maupun orang tua.
Pemenang Dapat Uang Pembinaan, Ada English Corner
Tidak hanya memberikan pengalaman berkompetisi, penyelenggara juga menyiapkan uang pembinaan bagi para pemenang.
Uang pembinaan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar para peserta sehingga prestasi yang telah diraih dapat terus dikembangkan.
Puslatpur juga menyediakan English Corner sebagai ruang pembinaan lanjutan bagi para peserta yang ingin memperdalam kemampuan bahasa Inggris mereka.
“Para pemenang akan mendapatkan uang pembinaan agar dapat melanjutkan kegiatan belajarnya. Selain itu, Puslatpur juga menyediakan English Corner untuk pembinaan lebih lanjut,” kata Jenni.
Ia menambahkan, pihaknya mengapresiasi usaha dan proses yang telah dilakukan para peserta untuk mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tersebut.
Bagi Jenni, keberanian anak-anak tampil dan menunjukkan kemampuan mereka merupakan bagian penting dari proses belajar.
Orang Tua Dorong Minat Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Dini
Salah satu orang tua peserta, Agustian Syah, ayah dari M Fahir Hibatullah, peserta yang berasal dari Baturaja, Kabupaten OKU, mengaku bangga melihat anaknya dapat mengikuti Garuda Speaks English Competition Danpuslatpur Cup 2026.
Agustian mengatakan, putranya telah mengenal bahasa Inggris sejak usia dini. Pembelajaran tersebut dimulai sejak PAUD dan TK, kemudian dilanjutkan melalui les hingga sekarang duduk di kelas 10.
Tidak hanya bahasa Inggris, saat ini putranya juga mulai mempelajari bahasa Mandarin.
Menurut Agustian, kemampuan anak dalam menguasai bahasa asing sangat berkaitan dengan minat. Karena itu, peran orang tua bukan memaksakan, melainkan mendorong dan menciptakan ruang agar minat tersebut tumbuh.
“Untuk belajar bahasa asing atau bahasa Inggris, intinya tergantung dari minat anaknya sendiri. Kami sebagai orang tua hanya mendorong bagaimana anak itu tumbuh minat untuk belajar bahasa Inggris atau bahasa asing,” ujar Agustian.
Ia mengatakan, proses belajar bahasa asing tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan waktu panjang, konsistensi, serta dukungan dari lingkungan keluarga agar kemampuan anak dapat berkembang.
Menurutnya, orang tua perlu memahami bahwa pendidikan bahasa asing merupakan proses yang membutuhkan waktu lebih dari satu atau dua tahun.
“Untuk mendidik anak belajar bahasa asing atau bahasa Inggris ini tidak sebentar. Butuh waktu yang cukup lama, bukan hanya satu atau dua tahun,” katanya.
Jangan Minder Belajar dari Daerah
Agustian juga berharap anak-anak yang tinggal di daerah tidak merasa kalah dengan pelajar yang bersekolah di kota besar, termasuk mereka yang mendapat kesempatan belajar di sekolah internasional.
Menurutnya, keterbatasan lokasi bukan alasan bagi anak-anak di daerah untuk berhenti mengembangkan kemampuan.
“Walaupun kita tinggal di daerah, jangan sampai kalah dengan sekolah-sekolah di kota, bahkan sekolah internasional,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan seperti Garuda Speaks English Competition menjadi salah satu kesempatan bagi anak-anak di daerah untuk menguji kemampuan mereka sekaligus mendapatkan pengalaman baru.
Agustian mengaku bangga anaknya dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Terlebih, Puslatpur selama ini juga kerap menjadi lokasi latihan militer, termasuk kegiatan Garuda Shield yang melibatkan personel militer asing.
Menurutnya, keberadaan personel asing dalam kegiatan tersebut turut menjadi motivasi bagi anaknya untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
“Apalagi di Puslatpur ini sering ada latihan Garuda Shield, sehingga banyak tentara asing. Itu juga menjadi salah satu tolak ukur dan motivasi bagi anak saya mengikuti perlombaan ini,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak pelajar di wilayah OKU Raya yang mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus memperluas wawasan mereka.
Dengan jumlah peserta yang berasal dari tiga kabupaten, Garuda Speaks English Competition Danpuslatpur Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga ruang pertemuan bagi pelajar untuk belajar, berani tampil, membangun kepercayaan diri, serta mengenal lebih jauh potensi dan identitas bangsa Indonesia.











