Palembang — Aksi kriminal bersenjata kembali menggemparkan warga Kota Palembang. Seorang pria tak dikenal nekat melakukan penodongan menggunakan senjata api di Warung Bakso Sidodadi, Jalan Srijaya Negara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Kamis dini hari (21/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Aksi pelaku yang mengenakan jaket biru dan helm hitam itu terekam kamera CCTV warung dan viral di media sosial. Dalam rekaman terlihat suasana panik saat empat orang yang sedang menonton laga final Europa League berhamburan menyelamatkan diri sambil berteriak “maling”.
Pelaku yang datang seorang diri langsung mengacungkan senjata api berwarna silver kepada korban sebelum menggasak dua unit telepon genggam yang sedang dicas di atas meja warung.
Tak hanya itu, pelaku diduga sebelumnya juga sempat mencoba beraksi di kawasan Irigasi Alang-Alang Lebar. Namun aksinya gagal setelah gerak-geriknya terekam CCTV warga dan videonya lebih dulu beredar luas di media sosial. Setelah gagal di lokasi pertama, pelaku kemudian berpindah ke kawasan Bukit Lama dan berhasil menjalankan aksinya.
Korban, Reza Aditya (22), saat ditemui Jumat (22/5/2026), menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya. Saat itu dirinya hendak menutup tralis bagian depan warung setelah usaha baksonya tutup.
Namun sebelum sempat mengunci tralis, pelaku tiba-tiba datang sambil menodongkan pistol dan mengancam akan menembaknya.
“Pelaku datang langsung mengacungkan senjata sambil bilang, ‘kagek kutembak pala kau’. Karena takut saya langsung lari ke lantai dua. Adik saya yang sedang nonton bola juga ikut lari sambil teriak maling seperti di CCTV itu,” ujar Reza.
Menurut Reza, setelah dirinya bersama dua adiknya dan seorang teman naik ke lantai dua untuk menyelamatkan diri, pelaku dengan leluasa mengambil dua unit ponsel yang sedang dicas di atas meja.
“Pelaku membawa kabur HP Xiaomi dan Samsung. Total kerugian sekitar Rp5 sampai Rp6 juta. Dia kabur pakai motor Honda Beat Street tanpa pelat nomor,” jelasnya.
Reza menambahkan, saat kejadian rolling door warung memang sudah tertutup setengah karena warung telah tutup. Namun dirinya masih berada di bawah untuk mengunci tralis depan ketika pelaku datang secara tiba-tiba.
“Pelaku sangat cepat datangnya, jadi saya panik dan langsung lari ke atas,” tambahnya.
Pasca kejadian tersebut, korban mengaku telah melaporkan insiden itu kepada Ketua RT setempat dan berencana segera membuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
“Sudah kami sampaikan ke Ketua RT, dan kami juga akan segera melapor ke polisi,” tutupnya.











