sumsel
Beranda Headline Warga Desa Karang Negara OKU Timur Keluhkan Akses Jalan, Berharap Pemerintah Segera...

Warga Desa Karang Negara OKU Timur Keluhkan Akses Jalan, Berharap Pemerintah Segera Bangun Jembatan

Warga Desa Karang Negara OKU Timur Keluhkan Akses Jalan, Berharap Pemerintah Segera Bangun Jembatan.

OKU TIMUR – Warga Desa Karang Negara, Kecamatan Madang Suku II, mengeluhkan sulitnya akses transportasi untuk beraktivitas keluar masuk desa.

Hingga saat ini, masyarakat masih harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi derasnya arus Sungai Komering karena belum adanya jembatan penghubung yang menghubungkan desa mereka dengan wilayah luar.

Kondisi tersebut membuat Desa Karang Negara seolah terisolasi. Untuk bekerja, berdagang, mengurus keperluan administrasi, mendapatkan pelayanan kesehatan, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga harus terlebih dahulu menyeberangi Sungai Komering menggunakan akses penyeberangan yang tersedia.

Perjuangan itu tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga para pelajar.

Setiap hari mereka harus menyeberangi sungai demi menempuh pendidikan di luar desa. Saat debit air meningkat dan arus sungai semakin deras, perjalanan menuju sekolah menjadi lebih berisiko dan mengkhawatirkan.

Screenshot

Menurut keterangan warga, kondisi tersebut telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Sejak Desa Karang Negara berdiri, hingga kini pemerintah belum pernah membangun jembatan yang dapat menjadi akses utama bagi masyarakat untuk keluar masuk desa.

Warga menilai keberadaan jembatan sangat penting untuk meningkatkan keselamatan, memperlancar aktivitas ekonomi, mempermudah akses pendidikan, serta mempercepat pelayanan kepada masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi yang mereka alami.

Selain mempermudah mobilitas warga, pembangunan jembatan juga diyakini akan membuka keterisolasian Desa Karang Negara dan mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan di wilayah tersebut.

Masyarakat dan para pelajar berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan agar mereka tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali hendak beraktivitas maupun menuntut ilmu di luar desa.

Artikel SebelumnyaTas Viral Bright Gas di Jakarta Fair 2026, Dorong Penjualan dan Buka Dampak Ekonomi Berantai Bagi UMKM