Palembang, – Suasana haru menyelimuti RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang saat Gusti Hulangan (66), ayah dari Zulhan Efendi (42) yang diduga merupakan sopir Bus Antar Lintas Sumatera (ALS), datang untuk menyerahkan data identifikasi kepada tim Disaster Victim Identification (DVI), Jumat (8/5/2026).
Gusti Hulangan mengaku menempuh perjalanan panjang dari Bogor menuju Palembang setelah mendapat kabar kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
“Saya berangkat dari kemarin dari Bogor, sampai di Palembang sekitar jam 5 subuh tadi,” ujar Gusti Hulangan dengan wajah sedih.
Ia mengaku sudah sekitar tiga tahun tidak bertemu dengan anaknya karena tinggal di kota berbeda. Zulhan diketahui menetap dan bekerja di Medan, sementara dirinya tinggal di Bogor.
Menurut Gusti, setibanya di RS Bhayangkara, dirinya langsung dimintai keterangan oleh tim DVI untuk proses pencocokan identitas korban. Tim medis juga mengambil data pembanding berupa DNA, susunan gigi, serta dokumen keluarga.
“Tadi ditanya pihak rumah sakit untuk mencocokkan DNA, gigi, dan kartu keluarga,” katanya.
Hingga kini proses identifikasi korban kecelakaan maut Bus ALS masih terus dilakukan tim DVI Polda Sumatera Selatan. Identifikasi dilakukan secara teliti karena sebagian besar kondisi jenazah mengalami luka bakar berat sehingga sulit dikenali secara visual.
Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki pengangkut BBM terjadi di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara. Insiden tersebut menyebabkan belasan penumpang meninggal dunia setelah kendaraan terbakar hebat.












