Palembang – Laboratorium Pusdokkes Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 14 korban tewas dalam kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Jumat (15/5/2026). Sementara itu, tiga jenazah lainnya masih menjalani proses pencocokan DNA dengan pihak keluarga korban.
Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA antemortem dan postmortem terhadap para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar cukup parah akibat insiden tragis tersebut.
Wakapolda Sumatera Selatan, Rony Samtana mengatakan, tim Pusdokkes Mabes Polri telah bekerja maksimal melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan identitas para korban.
“Sebanyak 14 korban sudah berhasil teridentifikasi dan segera diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara tiga jenazah lainnya masih dalam tahap pemeriksaan dan pencocokan DNA dengan keluarga korban,” ujar Rony, Jumat (15/5/2026).
Ia menjelaskan, total korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut tersebut mencapai 19 orang. Sebanyak 17 korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan dua korban lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
Menurut Rony, dari empat korban yang sebelumnya dinyatakan selamat, dua di antaranya akhirnya meninggal dunia setelah mendapat perawatan di RS Rupit Muratara dan RS Bhayangkara Palembang.
“Saat ini masih ada dua korban selamat, yakni seorang kernet bus ALS dan satu korban lainnya yang masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Laboratorium Dokkes Polri, Brigjen Sumy Hastry Purwanti menuturkan, proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum dikenali masih terus dilakukan dengan metode pencocokan DNA keluarga inti korban.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel DNA dari tulang korban yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tua maupun saudara kandung korban.
“Tiga jenazah masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Tim sedang mencocokkan DNA korban dengan keluarga inti agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” jelasnya.
Pihaknya berharap proses identifikasi terhadap tiga jenazah tersebut dapat segera rampung sehingga seluruh korban dapat segera diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.









