BEKASI – Sumsel United U19 akan melakoni partai puncak Elite Pro Academy (EPA) Championship U19 melawan Persiku Kudus U19 di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5).
Langkah Sumsel United U19 menuju partai final bukanlah perkara mudah.
Sejak fase grup, mereka dipaksa bekerja keras menghadapi tim-tim mapan seperti PSS Sleman U19, PSPS Pekanbaru U19, dan Persiraja Banda Aceh U19.
Konsistensi anak asuh Ardi Hernando kembali diuji di babak delapan besar. Mereka tampil impresif dengan menumbangkan tuan rumah Garudayaksa FC U19 dan FC Bekasi City U19, serta meraih hasil imbang saat berhadapan dengan Kendal Tornado FC U19.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi pembinaan sepak bola di Bumi Sriwijaya.
Direktur Utama PT Cahaya Sumsel Utama, Erick Yuniman, mengungkapkan rasa bangganya terhadap komposisi skuat saat ini yang didominasi oleh talenta lokal.
“Keberhasilan melaju ke final menjadi bukti nyata bahwa pembinaan pemain lokal yang dilakukan klub berjalan sesuai visi besar manajemen. Di tim U19 ini, hampir 95 persen pemain merupakan putra asli daerah yang diseleksi dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan,” ujar Erick.
Erick menambahkan bahwa tim hanya menyisipkan sedikit pemain dari tim senior sesuai dengan regulasi kompetisi guna menambah kedalaman skuat.
Menghadapi laga krusial besok, pelatih Ardi Hernando meminta anak asuhnya untuk tidak merasa terbebani.
Meskipun menyadari kualitas Persiku Kudus U19, ia ingin timnya bermain lepas dan menunjukkan karakter asli mereka.
Senada dengan pelatih, Erick Yuniman menegaskan bahwa status “non-unggulan” justru menjadi bahan bakar bagi mentalitas pemain.
“Sepak bola bukan sekadar hitungan di atas kertas. Sejak awal kita tidak diunggulkan, tetapi kerja keras membuat tim ini mencapai final. Semoga para pemain bisa bermain tanpa beban dan memberikan hasil terbaik,” pungkas Erick.










