Palembang — Event mingguan Car Free Night (CFN) pada Sabtu (6/6/2026) malam lalu, terasa berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Acara yang diusung Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tersebut, dimeriahkan dengan aksi panggung fantastis dari para musisi Palembang.
Penampilan para musisi tersebut dalam rangka merayakan Anniversary ke-33 Gong Sriwijaya, komunitas musik rock yang diinisiasi sejak tahun 1993. Tak ayal, pengunjung CFN berbondong-bondong berdiri di depan panggung, agar tidak melewatkan aksi panggung para musisi di Palembang.
Diiringi para personel band senior di Palembang, berbagai komunitas hingga penyanyi hits di Palembang pun hadir, mulai dari komunitas Yayasan Kawan Lamo, Musi Lady Rock (MLR), Jamers, Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Palembang, Slankers, Skanax Band, Kopral Jono dan lainnya. Musik yang dibawakan pun juga beragam, mulai dari musik pop, rock, ska, alternatif dan lainnya.
Hampir semua penonton beramai-ramai ikut bernyanyi sembari mengabadikan penampilan para musisi dari balik layar ponselnya. Suasana semakin meriah, saat penonton meminta beberapa musisi untuk kembali bernyanyi karena musik yang mereka bawakan begitu mengena di hati.
Ketua Gong Sriwijaya Muhammad Fajri berkata, perhelatan Anniversary ke-33 Gong Sriwijaya di CFN Palembang tersebut, merupakan wujud realisasi dari keinginan mendiang Hermansyah atau akrab dipanggil Kak Cece’, Ketua Gong Sriwijaya terdahulu yang sudah berpulang beberapa bulan lalu.
“Sebenarnya ini memenuhi hajat almarhum Ketua Gong Sriwijaya, Kak Cece yang beberapa bulan lalu berpulang ke Rahmatullah. Mimpi almarhum adain acara terbuka di khalayak ramai. Biasanya kami mengundang komunitas teman-teman saja, tapi sekarang mengundang seluruh komunitas dan bertepatan dengan CFN Palembang,” katanya, saat ditulis Selasa (9/6/2026).
Mengusung konsep yang berbeda dari sebelumnya, panggung CFN Palembang tersebut menjadi wadah eksistensi bagi ‘Gong All Star’ dan komunitas musik di Palembang. Apalagi diramaikan dengan 12 performance band dari berbagai komunitas di Kota Palembang, sehingga suasana semakin meriah.
Abah Fajri, sapaan akrabnya berujar, ulang tahun Gong Sriwijaya sebenarnya di bulan Mei, namun karena bertepatan dengan event CFN Palembang, panggung Gong Sriwijaya juga menjadi ajang bermusik untuk turut memeriahkan rangkaian perayaan Ulang Tahun Palembang ke-1343 pada 17 Juni 2026 mendatang.
“Sesuai dengan yang diprediksi, semuanya menikmati, senang dan nyaman. Harapannya, teman-teman di Palembang kurang wadah untuk bermusik. Berkomunal tapi ruang berekspresinya terbatas, berharap Gong Sriwijaya akan menginisiasi panggung besar yang regular, selain anniversary setiap tahun,” katanya.
Gong Sriwijaya sendiri adalah komunitas musisi rock yang terus beregenerasi. Hingga saat ini, ada sekitar 570 orang anggota yang masuk dalam WhatsApp Group (WAGs), yang kini sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Tak hanya para musisi senior saja yang tampil di Anniversary ke-33 Gong Sriwijaya, anak-anak anggota Gong Sriwijaya juga turut berkontribusi untuk meramaikan perayaan ulang tahun komunitas musik tersebut.
Dia berkata, Gong Sriwijaya tidak membatasi genre rock saja, tapi juga akan terus menjadi wadah bagi musisi se-Sumsel dari lintas genre dan lintas generasi untuk terus menyalurkan bakat dan minatnya di bidang musik.
“Gong Sriwijaya adalah rumah nyaman untuk musisi, rock kita jalan, progresive oke, apa saja, melebur jadi satu. Kita bermusik untuk negeri,” katanya.












