sumsel
Beranda Politik Kunker ke Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Komisi III DPRD Sumsel Soroti...

Kunker ke Bank Sumsel Babel Cabang Martapura, Komisi III DPRD Sumsel Soroti Kontribusi Dividen dan Mitigasi Kredit Macet

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Bank Sumsel Babel di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Kamis (18/06/2026).

MARTAPURA – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Cabang Bank Sumsel Babel di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), pada Kamis (18/06/2026).

Kunjungan ini bertujuan untuk memonitor kinerja perbankan daerah dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui dividen, serta mengevaluasi realisasi kredit produktif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi III DPRD Sumsel berdiskusi langsung dengan jajaran manajemen Bank Sumsel Babel Cabang Martapura terkait beberapa isu strategis.

Fokus utama pembahasan meliputi optimalisasi kontribusi dividen terhadap kas daerah, peningkatan penyaluran kredit kepada sektor riil, serta strategi mitigasi terhadap risiko kredit macet atau Non-Performing Loan (NPL).

Mengingat Bank Sumsel Babel merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi PAD Provinsi Sumatera Selatan, Komisi III menekankan pentingnya pertumbuhan laba yang berkelanjutan.

Berdasarkan data terbaru, Bank Sumsel Babel mencatatkan laba bersih sebesar Rp504,9 miliar pada tahun buku 2025, dengan pembagian dividen mencapai Rp302,9 miliar atau sekitar 60% dari total laba.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap cabang, termasuk di OKUT, mampu berkontribusi maksimal terhadap profitabilitas bank secara keseluruhan. Semakin sehat kinerja bank, semakin besar pula dividen yang dapat disetor ke kas daerah untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik,” ujar Ketua rombongan kunjungan kerja.

Selain aspek profitabilitas, legislator juga menyoroti peran bank sebagai agen pembangunan ekonomi lokal.

Mereka meminta Bank Sumsel Babel untuk lebih agresif namun tetap selektif dalam menyalurkan kredit produktif kepada pelaku UMKM di wilayah OKUT.

“Pemberian kredit harus benar-benar menyentuh sektor usaha yang produktif dan memiliki prospek jelas. Jangan sampai dana hanya berputar di sektor konsumtif yang tidak memberikan dampak jangka panjang bagi perekonomian masyarakat,” tegas salah satu anggota Komisi III.

Tantangan lain yang dibahas adalah tingginya potensi kredit macet di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Manajemen Bank Sumsel Babel Cabang Martapura menyampaikan langkah-langkah preventif yang telah dilakukan, seperti analisis kredit yang lebih ketat, pendampingan terhadap debitur, serta restrukturisasi kredit bagi nasabah yang mengalami kesulitan pembayaran akibat faktor eksternal.

Komisi III DPRD Sumsel mengapresiasi upaya mitigasi tersebut dan meminta agar bank terus meningkatkan literasi keuangan bagi para debitur agar mereka memahami kewajiban dan risiko pinjaman.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret bagi perbaikan tata kelola perbankan daerah, sehingga Bank Sumsel Babel tidak hanya menjadi sumber pendapatan bagi pemerintah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel SebelumnyaKomisi I DPRD Sumsel Pantau Pelayanan Adminduk di Kantor Kecamatan Kelekar Muara Enim