Palembang – Di balik terungkapnya kasus tabrakan maut Bus ALS dengan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, tersimpan peran besar dua sosok perwira Polri yang ternyata merupakan kakak beradik.
Mereka adalah Kepala Laboratorium Kedokteran dan Kesehatan (Karo Labdokkes) Polri Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., serta Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo.
Keduanya memiliki peran penting dalam mengungkap tragedi yang merenggut 19 nyawa tersebut. Sang adik, Kombes Pol Maesa Soegriwo, memimpin langsung proses penyelidikan kecelakaan maut bersama tim Ditlantas Polda Sumsel dan Traffic Accident Analysis (TAA) Korlantas Polri yang dipimpin Direktur Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal.
Dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukan, aparat kepolisian akhirnya menaikkan status perkara dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Artinya, kasus kecelakaan maut tersebut segera mengarah pada penetapan tersangka.
Sementara itu, sang kakak, Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, menunjukkan kepiawaiannya di bidang forensik dengan memimpin proses identifikasi korban tewas. Dari total 17 kantong jenazah yang sebelumnya belum diketahui identitasnya, sebanyak 14 korban berhasil diidentifikasi dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan.
Keberhasilan tersebut menjadi secercah harapan di tengah duka mendalam keluarga korban yang sejak awal menanti kepastian identitas anggota keluarganya.
Brigjen Sumy Hastry Purwanti mengatakan, proses identifikasi dilakukan oleh tim DVI Polda Sumsel bersama DVI Pusdokkes Polri menggunakan metode ilmiah dan pencocokan DNA keluarga inti korban.
“Proses identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum dikenali masih terus dilakukan dengan metode pencocokan DNA keluarga inti korban,” ujar Sumy.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan menggunakan sampel DNA dari tulang korban yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tua maupun saudara kandung korban guna memastikan identitas secara akurat.
“Tiga jenazah masih dalam proses pemeriksaan lanjutan. Tim sedang mencocokkan DNA korban dengan keluarga inti agar identitas korban dapat dipastikan secara akurat,” jelasnya.
Ia berharap seluruh proses identifikasi segera rampung sehingga seluruh korban dapat segera dipulangkan dan dimakamkan secara layak oleh pihak keluarga.











