sumsel
Beranda Sumsel Ambulans Apung Bergerak di Tengah Malam, Balita 1,5 Tahun Penderita Muntaber Dievakuasi...

Ambulans Apung Bergerak di Tengah Malam, Balita 1,5 Tahun Penderita Muntaber Dievakuasi dari Upang ke Palembang

Palembang, – Aksi cepat kembali ditunjukkan personel Ditpolairud Polda Sumatera Selatan dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Seorang balita berusia 1,5 tahun bernama Rafatan yang mengalami dehidrasi akibat muntah dan berak (muntaber) dievakuasi menggunakan Ambulans Apung dari Desa Upang, Kabupaten Banyuasin, menuju Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang, Sabtu (11/7/2026) malam.

Evakuasi dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB setelah petugas Pos Pangkalan Sandar Upang menerima laporan dari Bidan Desa Upang, Asna, mengenai kondisi balita yang terus memburuk dan membutuhkan penanganan medis secepatnya di rumah sakit rujukan.

Direktur Polairud Polda Sumsel Kombes Pol Heru Agung Nugroho melalui Komandan Kapal Pol V-1027 Upang, Aiptu Ardianto, mengatakan begitu menerima informasi tersebut, personel yang bertugas langsung mengerahkan Ambulans Apung menuju kediaman pasien.

“Anggota jaga Pos Pangkalan Sandar Upang menerima telepon dari Bidan Desa Asna yang melaporkan ada balita menderita muntaber dengan kondisi dehidrasi dan membutuhkan transportasi sungai untuk dirujuk ke Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang. Kami langsung bergerak menjemput pasien,” ujar Ardianto, Minggu (12/7/2026).

Menurutnya, Rafatan mengalami muntah dan diare yang menyebabkan kondisi fisiknya semakin lemah. Balita tersebut juga kehilangan nafsu makan sehingga keluarga bersama tenaga kesehatan desa memutuskan meminta bantuan evakuasi melalui jalur perairan.

“Rafatan mengalami muntaber, tubuhnya lemas dan tidak ada nafsu makan. Karena kondisinya tidak membaik, keluarga bersama bidan desa meminta bantuan kami agar segera dirujuk ke Palembang untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Perjalanan dari Desa Upang menuju Dermaga Boom Baru Palembang ditempuh sekitar satu jam menggunakan Ambulans Apung melalui alur Sungai Musi. Setibanya di dermaga, pasien langsung dipindahkan ke ambulans darat dan dibawa menuju Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Saat ini Rafatan sudah berada di rumah sakit dan sedang mendapatkan penanganan dari tim dokter. Kami berharap kondisinya segera membaik dan bisa kembali sehat seperti sediakala,” katanya.

Ardianto menegaskan, Ambulans Apung Ditpolairud Polda Sumsel disiagakan selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang tinggal di kawasan perairan dan sulit dijangkau kendaraan darat, terutama dalam kondisi darurat medis.

“Kami mengimbau masyarakat Upang dan wilayah perairan lainnya agar tidak ragu menghubungi Pos Pangkalan Sandar Upang apabila membutuhkan bantuan evakuasi darurat. Layanan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat,” tegasnya.

Keberhasilan evakuasi tersebut kembali menjadi bukti nyata kehadiran Ditpolairud Polda Sumsel dalam memberikan pelayanan kemanusiaan. Di tengah keterbatasan akses transportasi di wilayah perairan, keberadaan Ambulans Apung menjadi penyelamat bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis secara cepat, sehingga peluang keselamatan pasien dapat terus ditingkatkan.

Artikel SebelumnyaHadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat, BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan Sembako ke Enam Gereja
Artikel SelanjutnyaBayar Utang dengan Cek Kosong, Ketua DPRD Prabumulih Dilaporkan ke Polda Sumsel atas Dugaan Penipuan Rp1,7 Miliar